Sinopsis Milea: Suara dari Dilan

Lifestyle

Sinopsis film Milea Suara Dari Dilan masih ditetapkan di Bandung pada tahun 90-an. Dilan, yang mengelola geng motor menururt filmcinema21, memiliki hubungan dengan siswa baru dari Jakarta, bernama Milea. Hingga suatu hari seorang anggota geng motor, Akew (Gusti Rayhan), meninggal akibat serangan oleh sekelompok orang. Karena kejadian ini, Milea tentu khawatir tentang keselamatan Dilan. Milea mengancam akan runtuh jika Dilan tidak meninggalkan dunia pohon motor. Selain itu, kematian Akew juga membunuh Dilan dan teman-temannya karena alasan otoritas. Dilan dan Milea akhirnya benar-benar terpisah. Sebagai orang dewasa, keduanya bersatu kembali dalam sebuah reuni. Bagaimana kisah mereka berlanjut?

Film itu sendiri akan dirilis hari ini, 13 Februari 2020. Ini adalah sekuel terbaru Dilan 1990 dan Dilan 1991, diadaptasi dari sebuah buku yang ditulis oleh Pidi Baiq. Max Pictures bertekad untuk melanjutkan kesuksesan film Dilan, yang telah memenangkan jutaan penonton. Max Pictures bahkan telah merilis versi diperpanjang dari film Dilan 1990 dan Dilan 1991 selama 17 menit masing-masing sebelum Milea: Voice From Dilan dirilis. Kedua film ditampilkan melalui layanan streaming Klik Film. Banyak permintaan dari penggemar film Dilan ingin film ini dikirim dalam versi panjang, kata sutradara Film Klik Frederika dalam siaran pers pada 6 Februari 2020.

Milea: Suara Dilan masih tentang perjalanan cinta antara Dilan yang dimainkan oleh Iqbaal Ramadhan dan Milea yang dimainkan oleh Vanesha Prescilla. Jika dua film sebelumnya berasal dari perspektif Milea, kali ini ceritanya diambil dari perspektif Dilan. Film genre drama ini disutradarai oleh Fajar Bustomi bersama Pidi Baiq. Penulis sebelumnya telah mengarahkan beberapa film lainnya, seperti Baracas: Barisan Anti Cinta Asmara, Dilan 1990, Koboy Kampus dan Dilan 1991. Selain Iqbaal dan Vanesha, Milea: Suara oleh Dilan, Ira Wibowo, Bucek, Happy Salma, Farhan, kemudian miliknya ada Yoriko Angeline, Debo Andryos, Zulfa Maharani, Gusti Rayhan, Omara Ssteghlal, Adhisty Zara, Giulio Parengkuan dan Andovi da Lop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *